Hari Ini Ari Menggambar Wayang

liburan kali ini menyenangkan dan menggalau sekali kawan

diisi dengan banyak kegiatan, janji-janji yang belum ditepati, tanggung jawab baru, perencanaan ke depan dan urusan hati eaa

Mungkin karena wilayah Depok yang selalu hujan, suasana hati Ari mendadak sendu. Biarah kali ini dia bercerita. Beberapa waktu terakhir Ari suka membaca tulisan-tulisan dari Joko Anwar yang bisa kamu baca juga di sini. Sehingga mungkin memengaruhi gaya penulisannya.

Ada seorang Begawan di tokoh pewayangan yang bernama Begawan Drona. dia memiliki cita-cita untuk menikahi seorang bidadari. tetapi sang ayah mengatakan kepadanya bahwa jodoh manusia adalah manusia, tak pantaslah bagi kita untuk mengharapkan yang berlebihan. namun Begawan Drona tetap berpegang pada cita-citanya. karena keinginan yang absurd ini Begawan Drona diusir oleh ayahnya. pergilah dia berkelana tanpa tujuan tertentu namun tetap berpegang teguh pada cita-citanya.

luar biasa sekali tekad dari Begawan Drona. sungguhlah dungu untuk mempertahankan keinginan seperti ini dan membuatmu diusir oleh ayahmu sendiri. tapi wayang bukanlah sebuah cerita dungu yang dapat membuat penikmatnya ingin melompat dari menara setinggi seratus meter karena ditolak cintanya, walaupun sejatinya mereka belum punya cukup akal sehat untuk mengerti cinta.

akal sehat dan cinta. banyak mahluk yang memisahkan keduanya. saat jatuh cinta, akal sehat sudah tidak bekerja, kata mereka. jika begitu apakah tindakan ingin melompat dari menara karena cinta ditolak adalah peristiwa yang wajar?

Dalam perjalanan, Begawan Drona terhalang oleh sungai yang lebar dan berarus deras sehingga tidak memungkinkan untuk dilewati. pada saat itulah dia berucap, “Kalau saat ini ada mahkluk yang menolong aku menyeberangi sungai, kalau ia laki-laki akan kuangkat sebagai saudara, kalau perempuan akan kuperistri”

Sungguh sumpah yang egois sekali. Begawan Drona pada saat itu adalah orang yang diusir oleh ayahnya dan tidak mempunyai tujuan apapun. akan jadi apa nasibnya orang yang diangkat sebagai saudara atau istrinya? atau kah ini sebuah sumpah cerdas yang dimaksudkan untuk membuat suatu tujuan bagi hidupnya yang kini sedang tak tentu arah?

tak berapa lama kemudian datanglah kuda yang membantu dia menyeberangi sungai itu. ternyata kuda itu adalah seorang betina, sadarlah Begawan Drona bahwa ia harus menepati kata-katanya. Maka ia pun mengawini kuda betina itu.

Malang Begawan Drona, bidadari yang di cita, kuda betina didapatnya

Setelah cukup bulannya, kuda betina itu melahirkan seorang bayi lelaki, dan segeralah setelah persalinan itu sang kuda berubah wujud menjadi seorang bidadari. Bidadari itu bernama Batari Wilutama

Batari Wilutama adalah salah satu dari tujuh bidadari upacara Suralaya. ketika kawin dengan Begawan Drona, Batari Wilutama sedang menjalani kutukan dari Batara Brahma. ia harus hidup di dunia sebagai seekor kuda betina dan baru bisa bebas dari kutukan itu setelah melahirkan anak.

ImageBatari Wilutama

Caping adalah akronim dari catatan pinggir. rubrik ini adalah ciri khas dari majalah Tempo. dan dari jaman kuda sampai sekarang yang mengisi Goenawan Muhammad selalu. sewaktu Ari kecil dia sudah mulai bisa membaca. tergeletak sebuah majalah yang kertasnya bagus sekali. saat buka halaman belakangnya rubrik caping yang ditemukannya. saat dibaca Ari tak mengerti apapun yang dilihatnya. mungkin ini bacaan orang dewasa. saat lulus SMA Ari membaca majalah yang sama yang saat itu sedang bertambah usianya. di sana ada cerita tentang penulis yang luar biasa. Goenawan Muhammad namanya.

hari ini Ari membaca caping kembali. dan dia masih belum mengerti.

banyak yang bilang hanya Goenawan Muhammad atau biasa disingkat GM sajalah yang mengerti apa isi dari caping. Ari mungkin adalah tipe orang yang merepresentasikan kata-kata menjadi suasana. banyak cara persepsi yang baru Ari ketahui. ada mereka yang mereka mempersepsikan musik menjadi bentuk 2 dimensi. ada mereka yang mempersepsikan formula matematika seperti sebuah harmoni.

saat membaca caping yang Ari rasakan selalu berbeda. terkadang seperti kentut yang tidak bisa keluar. terkadang seperti diterjang ombak. selalu berbeda dan abstrak. mungkin tulisan ini tidak jelas maksudnya, apakah ini mampu untuk masuk ke dalam rubrik caping? hanya GM yang tau

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s