Bismillahirrahmanirrahiim

Gue ga ngerti kenapa bisa ada di posisi seperti saat ini

gue mengucapkan satu dua  kata, satu dua tindakan, dan BAM gue jadi gini sekarang

emang gilak yak hahahaha

karena sudah diamanahkan marilah kita berjuang maksimal, bersyukur dan menikmati prosesnya 🙂

Semoga dengan 11 pasang kaki yang teguh, 11  pasang tangan yang saling menguatkan, 11 pikiran yang amat berwarna kita dapat mensyiarkan Islam dengan luar biasa

Semoga dengan banyak pasangan #eh dan banyak waktu serta pikiran yang kita korbankan, kita bisa bantu Indonesia

Semoga dengan timbul2 kocak, nemenin penampilan, ngoding, bervideo dan mendesain, kita dapat mempublikasikan dan mendokumentasikan kekerenan dari band kita

Semoga dengan belajar2 lucu bersama, kita dapat menunjang kegiatan2 kontributif kita di tempat lain

Semoga dengan ngumpul2 tijel, brainstorming yang menyenangkan kita dapat membuat sesuatu yang dapat berarti dan menyenangkan bagi masyarakat di sekitar kita

Semoga dengan adanya dapur, sahabat-sahabat baru, ilmu-ilmu baru, karya-karya baru  kita dapat memperkeren dunia kreatif Indonesia

dan Semoga gue CUM LAUDE semester ini…

AMIN!! 😀

bismillahirrahmanirrahiim

semoga masih bisa pulang :’)

Tercela

gue melakukan perbuatan tercela siang tadi

di suatu lingkaran diskusi ditanyalah satu per satu anak

“saya ingin bisa agar bisa ikut open tender”

Elisabetta Bruno dari ThinkCreation mengulas mengenai Bidding, sebagai berikut:

1. “Apa salahnya bidding?”

2. “Coba dulu sebelum membeli. Bukankah sah-sah saja?”

3.  “Bukankah sekarang banyak software komputer yang sangat mempermudah kita mendesain?”

Kita tinggal di Indonesia

dulu saya ingin berkuliah di FSRD ITB, dan saya yakin banyak teman-teman di luar sana yang ingin juga

namun pandangan masyarakat kita terhadap desain, sangatlah menyedihkan

“Apa pekerjaan anda?”

“Desainer Grafis”

“O, yang menata ruangan ya?”
“Desainer baju? Lain ya?”
“Yang bikin iklan ya?”
“O, komputer ya?”

—————————————————————-

tadi ada teman, ditanya, kenapa mau belajar desain?

“saya ingin bisa agar bisa ikut open tender”

terus direspon

“iya kalo kamu belajar desain grafis nanti kamu jadi jago dan bisa menang open tender loh”

dan saya diam saja

—————————————————————-

desainer 1 : “Lho, saya kan tidak melakukan perbuatan tercela!?”

desainer 2 : “O ya? Berdiam diri bukan perbuatan tercela?”

—————————————————————-

saya murid dan dia gurunya

—————————————————————-

semoga kita semua dapat lebih menghargai diri dan karya kita sendiri 🙂

—————————————————————-

Elisabetta Bruno menajabarkan kenapa bidding itu memiliki dampak yang amat negatif bagi desainer dan teman-teman sejawatnya, jika analogikan mungkin SEPERTI MEROKOK

AIGA, asosiasi desain profesional Amerika, menghimbau dengan keras kepada para anggotanya untuk tidak mendesain berdasarkan spekulasi, seperti dalam kasus bidding

—————————————————————–

semua pemikiran dan beberapa kalimat di atas diambil dari buku karya Surianto Rustan

karena saya bukanlah siapa-siapa saat ini.

Click.

Yg penting pertama kali adalah kuatkan konsepnya.. metode yg biasa sy pake namanya emphatic design

Jadi sebelum bicara logo,, kita hidup dalam objek yg akan dibuat selama 2-3 pekan.. menyelami kesehariannya, kehidupannya

sampe nemu Click yang representatif banget dg objek tersebut

dari situ dibuatlah moodboard.. dari moodboard kita akan dapet feel kemana logo ini akan diarahkan

gue ga tau ini coti doang atau sesungguhnya mendesain sesuatu butuh penghayatan yang dalam sekali. kata-kata ini gue dapet dari seorang dosen gaul dari sebuah chat.

sungguh indah sekali berbincang dengan orang yang amat berpassion di topik itu

tapi apapun itu, gue sedang galau nan biru