Habit

Assalamualaikum semua 😀

Wah sudah lama saya tak update blog dengan kata-kata yang panjang hahaha

Sekarang saya sedang UAS loh Ujian Akhir Semester, semoga mendapatkan hasil yang terbaik dan membuat tenang orang tua dan diri saya sendiri. Aihr-akhir ini Bapak Ibu sering berkunjung ke kosan. Dan selalu mewanti-wanti untuk belajar dengan baik. Semoga dapat membahagiakan mereka. amin. jadi sedih ngeliat kebelakang kurang memanfaatkan waktu untuk belajar dengan baik

Seorang teman yang pintar sekali, sampai mendapatkan julukan dukun, karena setiap ada ujian orang datang ke tempat tinggal dia untuk belajar mirip dengan orang yang minta tolong orang pintar dalam menyelesaikan masalahnya, kabarnya dia belajar Jam 3 Pagi. Tidur jam 10 bangun jam 3 lalu belajar sampai subuh. Jadi berkaca pada diri sendiri. Tidur jam 12 bangun jam 8. Menyedihkan~~

Namun saya sudah berusaha berubah huahuahua, bangunnya jadi jam 7. eh ngga. Pokoknya saat ini sedang berusaha menjadi lebih baik

Alhamdulillah banyak sekali yang mengingatkan untuk memperkeren diri, dari teman masa muda sampai sahabatnya mama hahaha :’)

Oh iya, mengenai judul

Sekitar sebulan yang lalu saya baca buku bagus, “Madre” namanya

Sekalian resensi aja ah

Ngomong-ngomong saya sejujurnya ga tau resensi itu apa, jadi mungkin ini lebih tepat dibilang cerita bersudut pandang subjektif terhadap buku ini

Saya adalah penggemar cerita dee, tapi tidak prosa atau mungkin puisi saya kurang tau, karena sulit untuk dicerna kata-katanya. Seperti cerita-cerita Dee lainnya Madre dapat menyentuh jiwa, membuat kesal jika sudah hampir habis halamannya.

Banyak nilai nilai indah dari buku ini, ini pandangan saya ya, kebiasaan dan tradisi

Mungkin ini tujuan Dee dari membuat Madre, tradisi dan kebiasaan lah yang membuat seseorang spesial, membuat dia berbeda, membuat dia menjadi dirinya.

Si rambut gimbal, yang saya lupa namanya, yang rutin mengupdate blognya tiap minggu (gue ikutin ahh)

Madre, yang selalu di ucapkan selamat malam

Bapak Ibu yang jago bikin roti dan sudah bersahaja (baca: agak sedikit berumur) itu, yang selalu bergantian membawa makan pagi untuk Bapak Ibu bersahaja lainnya

dan lain-lainnya

Mungkin karena ngetik sambil ngechat jadinya meloncat loncat gini moodnya, mungkin saya sudahi saja tulisan kali ini

Terima kasih sudah membaca 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s