Ari and His Appetite (Part 1)

Hai sok-sokan ada partnya entah akan diupdate lagi kapan, namun yang penting blog ini ada tulisan

maaf sudah lama tidak mengupdate karena satu dua tiga empat dan seribu hal lainnya

———————————————————————————————-

kata sebuah video manusia suka mendengar cerita dan ada yang suka bercerita, gue tipe yang lebih suka mendengar cerita, tapi ga mungkin kan gue ngepost blog tapi isinya

iya saya mendengar, silahkan curhat di komen heueheu

ngomong-ngomong soal mendengar ada sebuah situs yang selalu mendengar keluh kesahmu namanya thequiteplace.com

———————————————————————————————-

kembali ngomongin appetite. gue suka makanan enak

makanan enak itu enak tapi susah dapatnya

setelah banyak berkeliling di kota bandung (fyi, sekarang gue tinggal di bandung) akan gue post beberapa tempat yang makanannya enak, tempatnya enak, sejarahnya enak dinikmati atau yang kata orang makanannya enak

kenapa harus ngepost juga kalo cuman katanya yang enak ri? kata nyokap gue sih kita harus nyoba banyak hal biar kalo ada orang yang ngobrolin hal itu kita jadi bisa get into conversation hahaha

1. Restoran Sumber Hidangan

tempat: Braga

harga: Lumayan

enak?: ga tau, soalnya waktu itu mau beli nasi goreng, tapi di daftar menunya ada pork, jadinya cabut deh

Restoran Sumber Hidangan ini menurut gue adalah salah satu tempat makan yang paling cuek. Bangungannya tua, kursi dan mejanya seadanya, menu makan cuman kertas dilaminating aja, tapi gosipnya tempat makan ini adalah tempat makan yang legendaris di bandung

dari hasil googling di internet, nasi goreng di tempat ini salah satu yang recommended. kata seorang teman bokap yang punya restoran banyak di kota super dingin tapi asik ini, “Kalo nasi goreng di tempat makan itu enak, maka menu lainnya juga pasti enak”. Dan nasi goreng langsung jadi parameter penilaian gue kalo berkunjung ke sebuah tempat makan yang baru

Selain nasi gorengnya yang katanya yahud, yang keren dari tempat makan ini adalah toko rotinya. di sebelah tempat memakan makanan berat ada toko roti yang cuek juga. hanya rak biasa tanpa lampu warna oranye atau kuning yang membuat roti tambah menggiurkan. toko roti ini membuat gue teringat sama Toko Roti Tan di novel Madre, toko roti jadul banget. Sayang gue baru sempat mencicipi kue bolu nya aja. kabarnya toko roti ini membuat kue sus yang enak abis, saking enaknya pas gue ke sana sore-sore menjelang maghrib kue susnya udah abis. dari penjualnya yang rata-rata sudah berumur itu mereka mengeluarkan kue sus dari oven pukul 10 pagi dan insya Allah jam 2 siang udah abis. So, cepet ke Braga sebelum kehabisan yaa!

2. Nasi Goreng, Mie Goreng dan Bubur Ayam pinggir jalan Braga deket Bank BNI

tempat: deket Bank BNI, Asia Afrika

harga: Lumayan namun Bubur Ayamnya agak mahal untuk sebuah Bubur Ayam

enak?: Lumayan namun gue pernah merasakan yang lebih enak

Tempatnya di pinggir jalan, ga ada yang spesial sih. namun kabarnya banyak orang jakarta yang bela-belain datang ke nasi goreng ini. memang nasi gorengnya yang lebih dikenal

3. Restoran Yang katanya udah ada sejak zaman Belanda

tempat: Braga seberang hotel Gino Ferucci

harga: mahal T.T

enak?: mungkin enak

gue ga yakin restoran ini enak banget apa ngga tapi pantas dicoba kok, tempatnya cozy dan kalo lagi hoki ada orang bawa bas betot dan alat musik keren lainnya bermain di dekat pintu.

saat itu gue memesan steak spesial restoran itu bentuknya kaya daging steak biasa terus di atasnya ada keju yang nutupin bagian atas dagingnya, gigitan pembukaan sih enak lama-lama enek hahaha, susah punya perut kampung. adek gue kayanya memesan nasi goreng, namun rasanya kurang nendang mungkin karena perut sudah agak kenyang. anyway tempat makan ini asik rasanya kaya di eropa secara Braga gaul gitu tempatnya, kunjungi saja jika ada waktu hehe

Oh iya biasanya restoran jaman lampau kaya gini es krimnya enak, sayang gue udah lupa rasa es krimnya

4. The SugaRush

tempat: Braga di samping kiri hotel Gino Ferucci jalan dikit

harga: mahal T.T

enak?: enyaaak

SugaRush ini semacam kafe yang juga jual kue unyu-unyu gitu. Kursi dan mejanya asik, berbeda sekali dengan sumber hidangan hahaha. waktu itu gue mesen pizza, sewaktu lihat harganya tiga puluh ribuan, wah murah nih cobain ah. dan saat pizanya datang. jengjeng ukurannya cuman segede pancake wkwkwkwk kecil banget parah kayanya itu porsi setengah orang deh hahaha namun rasanya enyaak, selain dapat pizza dengan uang tuga puluh ribuan kamu akan dapat cheese drink yang kata adek gue rasanya biasa aja. saya minum teh saat itu :>

tempat ini juga fotogenic banget loh buat bernarsis ria, sayang gue ga nemu colokan. oh iya kata adek gue toiletnya keren banget heueheuheu

———————————————————————————————

Wah sudah empat tempat yang gue review, segitu dulu deh jadi terbayang makanan-makanan itu padahal sedang puasa.

Sampai Jumpa 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s