Tentang Apa yang Disukai Dunia

Halo semua 😀

Belakangan ini saya sedang membaca buku yang berjudul A Whole New Mind. Ini bukan buku motivasi atau inspirasi, menurut saya ini hanya buku saja. Mungkin buku tentang kreatifitas. Namun bukan kreatifitas agar menjadi pengusaha sukses di usia muda atau semacamnya. Mungkin pula ini buku tentang otak kanan. Namun bukan buku otak kanan untuk jadi pengusaha, otak kanan untuk memasak atau otak kanan lainnya. Ini hanya buku tentang otak kanan dan kreatifitas. Tanpa embel-embel kamu akan jadi kaya setelah membacanya.

Saya rasa buku-buku penuh janji sedang menginvasi kita. Dengan membaca ini kamu jadi kaya. Dengan membaca ini kamu jadi bahagia. Dengan membaca ini blog kamu visitornya akan berjuta. Saya rasa ini masalah klasik masyarakat Indonesia. Kita ingin hasil yang instan dengan sedikit usaha, karena itu banyak buku bertipe seperti ini menjadi laris di Gramedia.

Walaupun saya juga tipe orang yang ingin hasil maksimal dengan usaha minimal.

Dampaknya saya rasa, kita menjadi menutupi kekerenan sebuah bidang. Kita takut mencoba. Jarang bertanya “Bagaimana jika”. Dan biasa saja saat diberikan instruksi tanpa mengerti esensinya.

—————————-

“First come the innovators, then come the imitators, then come the idiots.” – Warren Buffett

Saya rasa buku cara cepat lalalala tentu tidak akan membuat kita menjadi innovator. Masalah dari buku itu kita mengikuti instruksi tanpa melihat makna dibaliknya. Jika ada yang mudah mengapa pilih yang susah. Jika dengan mengikuti instruksi saja kita bisa menghasilkan sesuatu, untuk apa menganalisa.

Sejujurnya saya sering berada di situasi mengikuti instruksi tanpa memikirkan maknanya hahahaha. 

Anyway tulisan di atas hanya curhat belaka. Kembali ke judulnya.

—————————

Tentang Apa yang Disukai Dunia.

Jika tidak salah saya pernah membaca. Mukjizat Nabi-Nabi, selalu mengikuti zamannya. Seperti Nabi Musa yang bisa merubah tongkatnya menjadi ular, itu karena praktik sihir ngehips banget di zamannya. Lalu Nabi Muhammad SAW dengan mukjizat Al Qurannya, itu karena masyarakat di sekitarnya sangat fanatik dengan sastra. Serta mukjizat Nabi-Nabi lainnya yang saya lupa detailnya apa saja, yang seingat saya mukjizat mereka, kasarnya, selalu mengikuti selera masyarakat di sekitarnya.

Lalu apa yang disukai dunia saat ini?

Tulisan ini saya rasa lumayan oke dibaca oleh mereka yang ingin merangkul hati masyarakat di sekitarnya.

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya saya sedang membaca A Whole New Mind. Di sana ia melakukan riset tentang kebutuhan manusia. Dan ternyata masyarakat saat ini sangat mementingkan estetika, kekerenan, keindahan dan lainnya. Dari riset yang mereka lakukan, saat ini persaingan produk bukan hanya sebatas pada fungsi dan harga. Estetika serta pengalaman dalam menggunakannya menjadi pertimbangan besar untuk membeli sebuah produk.

Dan dampaknya, seorang Michael Graves, seorang professor di Princeton University dan salah satu produk desainer terkemuka di dunia, mendesain sebuah sikat toilet. Ini absurd namun nyata. Dahulu siapa yang peduli dengan sikat toilet. Asalkan ia bisa membersihkan toilet tanpa sisa, tentu orang-orang akan membelinya. Namun saat ini, jika sikat toilet itu bisa mempercantik toilet mereka, masyarakat akan membelinya.

Contoh lainnya, saat ini listrik sudah jadi komoditas biasa. Masyarakat pedesaan pun seharusnya bisa menikmatinya. Bola lampu pun sudah sangat murah. Jadi saat ini kita bisa mengucapkan selamat tinggal pada penerangan tradisional, lilin contohnya. Namun iyakah di realita? Ternyata tidak, karena keindahannya, bisnis jual menjual lilin di Amerika terdapat perputaran uang $2.4 Miliar.

Absurdkah? Mungkin saja jika masih ada Nabi di dunia, mukjizat yang ia punya adalah memperelok segala hal yang disentuhnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s